Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 30 September 2015

Cerita seorang istri yang berhati seluas samudra

saya tidak pintar dan mahir dalam menulis, tetapi terkadang saya ingin menulis sesuatu. dalam tulisan ini hanyalah sekedar tulisan jika dalam tulisannya ini kurang baik, banyak kata yang salah dan kesalahan lainnya saya minta maaf sedalam-dalamnya karena ini hanya sekedar tulisan biasa dari orang biasa. selamat membaca

Hari ini begitu cerah bagaikan hatinya yang selalu seindah pagi dan secerah matahari, dia adalah seorang istri dari pengusaha kaya yang kuat imannya serta  sangat mencintai istrinya. Pernikahan terjadi didasarkan atas nama Allah, di awal pernikahannya selalu diselimuti dengan rasa kehangatan, bau keharmonisan, dan wangi kelembutan. Suami yang ia nikahi 4 tahun lalu selalu memberikan ia kehangatan yang tidak mungkin orang lain dapat merasakannya. Seorang suami yang sangat ia cintai karena perbuatannya kepada Allah dan karena kecintaannya dengan Allah membuatnya semakin mencintai suaminya. Tidak pernah sedikitpun keluar kata-kata kasar dari mulut suaminya jika ia melakukan hal yang salah, tapi sayangnya selama 4 tahun pernikahannya, ia belum juga dikarunianya seorang anak, tetapi suaminya tidak pernah mempermasalahkannya...

Disuatu pagi yanng dingin ketika ekonomi mereka masih rendah sang istri selalu meneminya dan menguatkannya untuk tidak pernah putus asa.

“mengapa kamu melamun dipagi hari seperti ini?” tanya istrinya
“aku hanya memikirkan bagaimana agar dapat membahagiakanmu kelak” ujar suaminya

Sang istri hanya diam sejenak, lalu berkata
“saat ini adalah hal yang selalu membuatku bahagia dengan memberikan mu segelas kopi dipagi hari dan membuatkan makanan untukmu, kebahagiaanku adalah mendapatkan kehangatamu, kelembutanmu, dan kasih sayangmu yang selalu engkau dasari atas nama Allah”

Suaminya pun menggenggam tangan istrinya serasa berkata
“apakah kau menyesal menikah denganku, apakah kau selalu bahagia seperti ini denganku walaupun aku tak memiliki apa-apa yang dapat aku berikan padamu”

“dengarlah suamiku dalam benakku tak pernah terlintas sedikitpun penyesalan menikah denganmu, aku selalu bahagia dekat denganmu apakah kau pernah melihatku bersedih?, aku tak memerlukan apapun darimu untuk membahagiakan lebih dari ini, bagiku saat ini aku sudah sungguh sangat bahagia, suamiku” ujar istrinya.

Setiap hari sang suami hanyalah bekerja menjadi karyawan perusahan yang gajinya pas-pasan untuk hidup sehari-hari, tapi tidak sedikitpun keluar kata-kata keluhan dari sang suami...

Istri yang ia miliki saat ini bagaikan seorang malaikat yang selalu menemani pahit dan manisnya kehidupan yang tengah ia perjuangkan..

***
Kecintaannya kepada sang Maha Kuasa selalu membuatnya mendekatkan diri, mengadu setiap maslah yang dihadapi, bertanya apa yang harus dilakukan dan selalu berusaha untuk memperbaiki ekonomi keluarga kecilnya...

Tak perlu waktu lama setelah ia menikah, suaminya diangkat menjadi manager, lalu menjadi pimpinan cabang.

Karena jabatan yang ia terima saat ini membuat keluarga kecilnya harus pindah rumah untuk memperpendek jarak rumah dengan kantornya. Sang suami membeli rumah yang cukup besar untuk ditinggali dan ia juga membawa pembantu yang telah lama bekerja kepada keluarga istrinya.

Kesibukan membuat suaminya terkadang tidak ada waktu untuk makan dirumah, dan selalu pulang malam hari.

Perubahan kehangatan dan kelembuatan dari suaminya tidak membuatnya merasa harus mengeluh, akan tetapi disetiap doanya ia hanya berdoa untuk keselamatan, kesehatan, dan kebahagian suaminya.

Jabatan yang dipegang sang suami membuatnya lupa akan kewajibannya dengan sang Maha Kuasa, sholat 5 waktu yang dulu ia pertahankan tepat waktu dalam keadaan apapun kini mulai melewatkan beberapa sholat, bahkan tahajud dan dhuha yang selalu ia kerjakan kini hilang begitu saja dengan rutinitasnya sehari-hari. Tapi sang istri selalu mengingatnya kepada sang pencipta...

Hari ini ia telah membuatkan masakan yang disukai suaminya, ia menunggu suaminya dimeja makan untuk makan malam, jam terus berdetak seakan tidak ingin berhenti memberitahukan keadaan waktu saat ini.

“bu, apakah ibu tidak masuk saja kedalam kamar biarkan saya yang menunggu bapak pulang, ini sudah larut malam” ujar pembantunya
Tapi ia bersih keras untuk menunggu sang suami pulang

Saat suaminya pulang dalam keadaan setengah sadar (mabuk), sang istri tidak mengerti apa yang terjadi dan hanya berkata “mengapa kamu demikian mas? Apa yang telah terjadi sebenarnya”

Suami yang tidak pernah membentaknya kini mulai memperlakukannya dengan kasar “ aku lelah denganmu, aku selalu menginginkan anak darimu, tapi mengapa kau tak pernah hamil? Aku selalu tidak mempermasalahkan akan kehamilanmu tapi sebenarnya aku menginginkannya”

Sang istri menetesakan air mata yang dahulu hanya keluar ketika ia mengadu dan bertemu dengan Allah, dan kini suami yang ia cintai mengatakan hal yang melukai perasaannya “mengapa engkau berkata demikian mas?”

“teman-teman dikantorku selalu membicarakanku dan mencibirku, sudah menikah lama tapi tidak punya anak” ujar suaminya.
Mendengar kata-kata suaminya ia hanya berdiam diri dan membatu suaminya untuk masuk kedalam kamar dan mengganti pakaiannya.

Saat dikantor yang tengah makan siang seorang karyawan yang dekat dengannya berkata “megapa kau tidak punya anak?”

Dia hanya menjawab “itu karena istriku sulit untuk mendapatkannya?”

“apakah kau tidak ingin punya anak?” ujar temannya
“ aku sangat ingin memilikinya, tapi bagaimana istriku belum dapat hamil?” katanya

“maukah kau mendapatkan anak? Jika kau mau kau bisa mendapatkannya dari perempuan lain, jika kau mau nanti malam kita akan ku ajak kau menemui temanku” ujar temannya

Dalam benaknya tidak pernah sedikitpu untuk menemui perempuan lain, tapi akibat paksaan dari temannya dan hasutan syeitan ia pun tergoda untuk menemui perempuan itu dan dipaksa untuk minum alkohol.

Hari ini seperti biasa sang istri selalu membawakannya makanan untuk dimakan saat makan siang, tapi setelah ia keluar dari rumah bekal itu langsung ditaruh ditenpat sampah. Kehamilan yang tidak dapat dimiliki oleh sang istri membuatnya marah dan berfikir untuk mendapatkannya dari perempuan lain.

Setiap malam sang istri menunggunya dimeja makan hingga malam untuk makan malam akna tetapi ketika suaminya pulang selalu dalam keadaan mabuk. Dengan hati yang ringan ia tidak pernah menyalahkan suaminya atas tindakan kasar yang ia terima, bahkan ia sellau menginngatkan sang suami akan akhirat tapi selalu saja di biarkan seperti angin yang berhempus lewat begitu saja. Saat suaminya pulang dalam keadaan mabuk ia selalu menggendongnya masuk kedalam kamar hingga menggantikan pakaian, dan selalu membasuh muka suaminya dan membiarkan nya tidur dengan nyenyak. Setelah selesai ia kembali kedapur dan memanggil pembantunya .

“bi, bibisudah makan?” ujarnya
“sudah bu, mengapa?” ujar sang bibi
“duduklah disini bi, makanlah makanan ini sedikit saja temani saya makan disini” ujarnya
Seraya ia memasukkan makanan kedalam mulutnya disaat itu pula air matanya jatuh membasahi pipinya.
“bi, masukkanlah semua makanan ini kedalam kulkas dan hangatkan lah keesokkan harinya, lalu berikan makanan ini untuk anak-anak jalanan yang ada diluar sana “ ujarnya
Sang bibi pun hanya mengangguk menandakan iya mematuhi apa yang diperintahkan.
Setiap hari sehabis pulang dari kantornya sang suami selalu pergi dengan perempuan lain untuk berbelanja dan sebaginya.

Seperti malam-malam biasanya suaminya selalu pulang larut malam dalam keadaan mabuk, kali ini sang suami demam tinggi. Ia hanya berkata kepada pembantunya “bi, ambilkan saya air hangat, dan makanlah makanan yang ada diatas meja”
Lalu ia membawa suaminya masuk kedalam kamar, mengganti pakainanya, memijat suaminya, dan menurunkan demam suaminya hingga ia tertidur dipinggi ranjang. Ia bangun dini hari untuk menunaikan sholat tahajudnya dan mulai menyiapkan sarapan untuk suaminya.

Keesokkan harinya bekal yang diberikan selalu saja mendarat kedalam tong sampah, sejak awal sang istri mengerti dan mengetahui bahwa bekal yang ia siapkan selalu dibuang kedalam tong sampah, tapi tidak sedikitpun dalam hatinya ia sakit hati. Karena selalu dibuang kedalam tong samapah sehingga ia menyiapkan kotak makan didalam lemarinya hingga tidak tau berapa jumlahnya..

Bersambung.............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About